Telah kuikhlaskan perpisahan
Perpisahan paling menyakitkan ialah
yang tanpa lambai tangan.
Pergi tanpa berpamitan adalah
sesakit-sakitnya perpisahan.
Di mana pun keberadaanmu sekarang, baik-baiklah di perjalananmu yang baru, semoga seseorang yang kamu inginkan lekas kamu temukan.
Belum sempat aku berterima kasih kepadamu untuk segala yang terindah, juga terbaik
yang pernah kamu berikan untukku.
Kamu adalah laki-laki keras kepala
yang pernah ku kenal.
Juga laki-laki terbaik yang pernah aku rindukan.
Kini, yang bisa kulakukan untukmu hanya mengenang. Aku tidak lagi bisa mengganggu waktumu walau hanya untuk mengatakan
"Aku Rindu".
Yang lebih menyakitkan bagiku adalah kelak harus ikhlas menerima kenyataan, jika kamu akan jatuh cinta kepada seseorang yang bukan aku.
Namun, sudahlah. mau tidak mau,
aku harus belajar merelakanmu.
Kini, sudah waktunya aku berjalan
menjauhi langkahmu.
Kamu bebas, ikatan dariku
telah sepenuhnya ku lepas.
Ya, tidak sehari pun kamu gagal membahagiakan aku. Tapi aku, maaf telah gagal menjadi seseorang yang pantas diperjuangakn olehmu.
Setelah hari ini, kita akan mengulang kembali bahagia yang sama, meski pada kisah yang berbeda.
Semoga keikhlasan membawa kita ke tempat dimana bahagia semestinya ada.
Bahagialah kamu dengan segala bentuk kebahagiaan yang telah disediakan untukmu.
Kisah yg mengenaskan namun memberikan cerita yg menajubkan ttap bahagia kawan
BalasHapus